RSS

Berselingkuh Dengan Isteri Teman Sendiri

05 May

Haus Sex, mungkin itu sebutan yang tepat bagi perempuan yang bernama sebut saja Asih, dia adalah isteri dari temanku sendiri yang namanya tidak perlu saya sebutkan, atau sebut sajalah C (gak enak).

Kesan haus sex itu sebenarnya sudah saya rasakan semenjak pertama kali bertemu. Pada saat itu saya diundang makan malam di rumah C untuk sekedar ngobrol soal pekerjaan sehari-hari.

Pada malam itu, saat saya mendatangi rumah C, saya diterima langsung oleh isteri C yang saya tahu belakangan namanya Asih, mungkin sekitar jam 19.30 an. Ah, saya jadi grogi, karena saat menerima kedatangan saya jeng Asih hanya mengenakan baju tidur yang tipis dengan celana pendek dengan corak yang sepadan. Dia bilang baru saja menidurkan anaknya yang masih berusia 1 tahun, katanya sih.

Dan saya makin kaget lagi waktu jeng Asih bilang bahwa suaminya belum pulang dari kantornya karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Saya berpikir, mengapa si C tidak memberi tahu saya jika dia tidak bisa menemui saya malam itu di rumahnya. Ah, saya baru ingat ternyata HP saya tertinggal di rumah.

“Masuk saja dulu mas … mmm mas Agus khan?” begitu pintanya menyusul setelah dia mengatakan bahwa suaminya belum pulang ke rumah. Aduh gimana ya? pikirku, selain kaget, saya juga grogi mau masuk ke dalam ruang tamu itu karena ternyata isteri C itu punya wajah cantik, kulit putih mulus juga langsing dan seksi. Apalagi dia cuma mengenakan baju tidur yang tipis, sehingga sedikit menampakkan bagian dalam tubuhnya. Bingung khan kenapa saya grogi? … yaa itu, saya ini tipe lelaki yang mudah tergoda dengan pemandangan yang seperti gitu itu.

Tapi saya tak mau berpikir panjang, langsung saja masuk ke ruang tamu mas C. Sambil membawakan teh hangat ke hadapanku, jeng Asih mohon saya menunggu sejenak kedatangan mas C, karena sebentar lagi pulang kantor. Kepalaku sudah cenat-cenut, begitu pula dengan kepala ‘adik’ku, ikut terbangun dan cenat-cenut pula. Semakin sempit saja rasanya ukuran celanaku. Apalagi pada saat jeng Asih meletakkan cangkir tehnya di hadapanku … mmmh buah dadanya seperti mau tumpah dari tempatnya, putih … mulus. Aroma rambutnya yang wangi menyegarkan, seperti membangkitkan rangsangan kelelakianku. Nampaknya jeng Asih baru saja mandi, karena rambutnya yang panjang sebahu terlihat masih agak basah. Seperti basahnya memeknya, begitu pikiran nakalnya berhayal. 

Sementara jeng Asih kembali ke dalam untuk mengembalikan baki air teh, saya terus menghayal dan membayangkan seandainya saya bisa mencumbu jeng Asih … uuh betapa nikmat rasanya, tangan kananku mengelus buahdadanya, dan sesekali merayap ke bawah, mencari sela-sela selangkangan hangat. Sementara tangan kiriku memeluk pinggangnya yang ramping dan langsing. Jeng Asih terdiam dan terpejam di sisiku, terkadang tubuhnya menggelinjang karena tangan kananku sudah memasuki area terlarang dan sensitif, weleh … sudah mulai licin dan becek nih. Belum lama kuhayalkan jeng Asih sedang menikmati ‘olahan’ku, kudengar suara mobil berhenti di depan rumah mas C. Ah, terlalu cepat dia pulang, pikirku. Baru saja hendak saya realisasikan hayalanku itu, ternyata sudah diputus dengan kehadiran mas C di rumahnya.

 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2013 in cerita dewasa

 

Tags: , , ,

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: